🙋🏻 Pertanyaan Minggu Lalu
Saya coba jawab pertanyaan kalian yang ada di Exit Ticket ya…
- Sebenarnya saya masih kurang memahami penjelasan lingua franca
- Masih belum bisa membedakan pidgin dan creole
- Kalau bahasa pidgin tidak memiliki penutur asli, bagaimana itu bisa terjadi? Disebutkan bahwa pidgin spontan muncul, apakah ia tidak memiliki struktur yang pasti?
- Ketika pidgin berkembang menjadi kreol, apakah strukturnya tetap sederhana atau menjadi kompleks?
- Apakah ada bahasa pidgin yang tidak berkembang menjadi kreol?
- Apakah kreol itu hanya ada di daerah yang pernah dijajah saja? Apakah daerah yang tidak dijajah memiliki "bahasa asli"?
- Apakah bahasa Indonesia termasuk pidgin yang menjadi creole karena penjajahan Belanda/Jerman?
- Jika suatu bahasa memiliki banyak dialek yang sangat berbeda hingga penuturnya tidak lagi saling memahami, apakah masih disebut dialek atau bahasa yang berbeda?
- Bagaimana variasi bahasa (dialek/pidgin) bisa berevolusi secara sosiopolitik menjadi Bahasa Nasional/Resmi? Jika jenis bahasa Nasional dan Negara itu sama, kenapa dibedakan?
- Mengapa masyarakat kadang lebih bangga menggunakan bahasa asing dibanding bahasa daerah?
- Jika suatu bahasa memiliki standarisasi kuat namun penuturnya habis, apakah bahasa itu masih hidup?
- Apakah di Indonesia terdapat lembaga untuk menjaga kemurnian bahasa dari pengaruh bahasa asing?
- Bagaimana menentukan kategori teks kuno (seperti kitab suci) yang secara formal bersifat ragam beku, namun isinya menggunakan ragam sastra (estetika/metafora)?
- Bagaimana pengaruh media digital/sosial terhadap penggunaan ragam lisan dan tulisan?
- Apakah bahasa artificial (buatan) itu bahasa AI?
🧠 Apersepsi
Starter nih, sebelum kita ngobrolin lebih dalem tentang materi hari ini, guys..