Starter nih, sebelum kita ngobrolin lebih dalem tentang materi hari ini, guys..
<aside> 🤔
Bayangin kamu lagi dapet project magang di perpustakaan kampus atau Islamic Center, terus disodorin setumpuk kitab kuning dan buku literatur Arab klasik untuk di-input ke dalam SLiMS.
Pas kamu buka halaman depannya, nama pengarangnya panjang banget sampai tiga baris, judulnya berima puitis tapi nggak jelas subjeknya apa, dan tahun terbitnya cuma tertulis "1425 H" tanpa ada tahun Masehi sama sekali.
Kalau kamu salah tentukan nama belakang atau salah konversi tahun, buku itu bisa "hilang" di tumpukan database dan nggak akan pernah ditemukan oleh pemustaka.
Biar kamu nggak panik duluan saat ketemu koleksi bahasa Arab, hari ini kita bakal bedah anatomi Struktur Penulisan Bibliografi Arab, mulai dari menjinakkan nama pengarang yang super long, memahami struktur judul, sampai jadi "detektif" metadata publikasi!
</aside>
Kata-kata kunci utama di pembahasan kali ini!
| Konsep Utama | Deskripsi Singkat | Tantangan Utama di Perpustakaan |
|---|---|---|
| Anatomi Nama Arab | Struktur nama pengarang klasik yang terdiri dari ism, nasab, kunyah, laqab, dll. | Menentukan entry element (tajuk utama) dari deretan nama yang panjang (Khurshid, 2002). |
| Gaya Judul Arab | Judul sering kali elaboratif, puitis, dan terkadang menggabungkan beberapa karya dalam satu buku. | Membedakan judul utama dari anak judul, serta menerjemahkan kiasan (majaz) (Ismail et al., 2014). |
| Metadata Publikasi | Informasi imprint (tempat, penerbit, tahun) dan ṭab'ah (edisi/cetakan). | Konversi tahun Hijriah (هـ) ke Masehi (م) dan mencari info imprint yang tersembunyi (Wilson, 2005). |
| Transliterasi | Konversi aksara Arab ke Latin menggunakan pedoman SKB Menag-Mendikbud RI 1987; ALA-LC; atau model lainnya. | Menjaga konsistensi penulisan diakritik dan elemen bahasa Arab agar seragam dan searchable. |
Poin-poin penting dari materi. Tapi jangan lupa kalian bikin catatan sendiri ya!
Untuk proses transiterasi Arab-Latin, silakan temen2 pake pedoman ini yak..